Diduga Sarat Masalah, Steering Committee Pelantikan HMI Meulaboh Khawatir Picu Konflik
Mediasatunews.com | Meulaboh – Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Meulaboh periode 2025–2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 15 November 2025 di Aula Bappeda Aceh Barat, menuai penolakan dari Steering Committee (SC), Panitia Pelaksana Konferensi Cabang (Konfercab) XIV, dan Ketua Komisariat se-HMI Cabang Meulaboh.
Mereka menilai pelantikan yang dilakukan oleh Pengurus Besar (PB) HMI di bawah kepemimpinan Bagas Kurniawan melalui Bidang PAO tersebut bersifat inkonstitusional, karena menetapkan Anwar Efendi sebagai formatur tanpa dasar sah hasil Konfercab.
Koordinator Steering Committee Konfercab XIV HMI Cabang Meulaboh, Tuti Sumarni, menyebut penetapan Anwar Efendi sebagai formatur tidak sah karena yang bersangkutan tidak pernah terpilih dalam forum Konfercab XIV yang digelar di bawah tanggung jawab Demisioner Ketua Umum HMI Cabang Meulaboh, Aris Munandar.
“Berkas formatur seharusnya disahkan hanya jika memenuhi ketentuan berdasarkan Surat Keputusan Konfercab. Namun, berkas yang dikirimkan Anwar Efendi ke PB HMI tidak dilengkapi dokumen pendukung seperti SK Presidium Sidang, Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Demisioner, absensi, biodata, tanda tangan kesediaan pengurus, surat pengantar demisioner, dan dokumen lain yang diwajibkan,” jelas Tuti mengutip aturan hasil Kongres HMI di Pontianak.
Lebih lanjut, Tuti menuding Badko HMI Aceh di bawah pimpinan Reza Hendra Putra turut memperparah situasi dengan mengeluarkan rekomendasi pengesahan formatur bernomor 018/A/SEK/08/1446H tanpa proses verifikasi dan klarifikasi faktual.
Menurutnya, hal tersebut menyalahi mekanisme sebagaimana diatur dalam Pasal 17 Juknis Mekanisme Pengesahan Hasil-Hasil Konferensi/Musyawarah HMI, yang mengharuskan pembentukan tim verifikasi faktual jika terjadi perselisihan.
> “Apa yang dilakukan Anwar Efendi tidak mencerminkan insan akademis yang bernafaskan Islam. HMI ini organisasi besar dan bersejarah, bukan tempat untuk tindakan manipulatif atau ambisi pribadi. Sikap seperti ini telah mencoreng nama baik HMI, khususnya di Aceh Barat,” tegas Tuti.
—
Mosi Tidak Percaya dan Ancaman Konflik Internal
Seluruh Komisariat se-HMI Cabang Meulaboh juga menyatakan Mosi Tidak Percaya terhadap langkah PB HMI yang tetap memaksakan pelantikan Anwar Efendi. Mereka menilai seharusnya PB HMI melakukan mediasi dan tabayun dengan pihak cabang sebelum mengambil keputusan pengesahan.
Ketua Komisariat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM-UTU) HMI Cabang Meulaboh, Reza Aristan Jaya, menegaskan pihaknya tidak akan mengakui kepengurusan Anwar Efendi.
> “Kader HMI Cabang Meulaboh tidak akan pernah mengakui kepengurusan Saudara Anwar Efendi sampai kapan pun. Bila pelantikan tetap dipaksakan, ini akan menimbulkan konflik berkepanjangan, perpecahan internal, dan menurunnya peran sosial-politik organisasi. Bahkan, dugaan pemalsuan data yang dilakukan Anwar Efendi akan kami laporkan ke kepolisian,” tegas Reza.
—
Proses Gugatan Masih Berjalan
Tuti Sumarni juga mengungkapkan bahwa pihak Steering Committee telah melayangkan gugatan resmi bernomor IST/A/10/1446 tertanggal 22 Juni 2025 kepada Ketua Umum PB HMI Bagas Kurniawan, Kabid PAO PB HMI Sukrin, dan MPK-PB HMI. Gugatan tersebut meminta agar PB HMI bersikap objektif serta menunda pelantikan sampai proses hukum dan klarifikasi organisasi selesai.
“Hingga hari ini, gugatan tersebut belum menghasilkan keputusan karena proses masih berjalan. Maka, pelantikan pada 15 November mendatang semestinya ditunda. Jika tetap dilaksanakan, itu bentuk pengkhianatan terhadap konstitusi HMI,” ujar Tuti.
—
Demisioner Peringatkan Potensi Ricuh
Sementara itu, Demisioner Ketua Umum HMI Cabang Meulaboh, Aris Munandar, turut mengingatkan adanya potensi gejolak massa apabila pelantikan tetap digelar.
> “Jika pelantikan ini dipaksakan, kami tidak bertanggung jawab atas kemungkinan terjadinya aksi protes besar atau kericuhan di lokasi acara,” kata Aris.
—
Penutup
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PB HMI maupun Badko HMI Aceh terkait tuntutan dan penolakan yang disampaikan Steering Committee serta Komisariat se-HMI Cabang Meulaboh tersebut.
Pelantikan HMI Cabang Meulaboh yang direncanakan pada 15 November 2025 pun kini menjadi sorotan, di tengah kekhawatiran akan terjadinya perpecahan dan konflik internal di tubuh organisasi mahasiswa Islam tertua di Indonesia ini.




